Bahas Perlindungan Kelompok Rentan, KemenHAM lakukan audiensi dengan International Justice Mission

25 November 2025 19:30 WIB
Alfisya Yudi Pratama
412 Dilihat

Jakarta - Kementerian Hak Asasi Manusia menerima audiensi dari International Justice Mission (IJM) pada Selasa (25/11) di ruang pelayanan "Marsinah" Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia. Pada kesempatan ini, kementerian HAM diwakili oleh Direktur Pelayanan Hak Asasi Manusia, Osbin Samosir, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi dengan organisasi internasional yang memiliki fokus pada penegakan dan perlindungan hak asasi manusia.

Audiensi ini menjadi momentum penting untuk mendapatkan perspektif, pengalaman internasional, serta peluang dukungan terkait isu pemberantasan kerja paksa, perbudakan modern, perdagangan orang, dan bentuk eksploitasi lainnya. Sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan dan pemajuan HAM (P5HAM), Kementerian HAM memandang kolaborasi lintas negara dan lintas sektor sebagai elemen strategis dalam memperkuat sistem perlindungan korban serta meningkatkan kualitas penanganan kasus di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi IJM yang hadir antara lain, Peter Williams-APAC Regional President, Try Laksono Harysantoso-Country Director Indonesia, Shamini Darshni Kaliemuthu-APAC Senior Lead Advocacy, Grace Wong-Chief Advocacy Officer.

Melalui dialog ini, Kementerian HAM menggali peluang kerjasama yang terkait isu-isu kerentanan dan eksploitasi hak asasi manusia. Langkah ini sekaligus memperkuat agenda nasional dalam pencegahan dan penanganan tindak perdagangan orang serta berbagai bentuk pelanggaran yang menargetkan kelompok rentan.

Pertemuan berlangsung produktif dan mencatat potensi tindak lanjut dalam bentuk penyusunan rencana kerjasama atau program bersama guna memperkuat tata kelola pelayanan HAM yang berperspektif korban dan berorientasi pada pemenuhan standar internasional.

Kementerian HAM terus berkomitmen membangun kemitraan strategis, baik di tingkat nasional maupun global, untuk memastikan pelindungan HAM di Indonesia semakin adaptif, inklusif, dan berkeadilan.

Whatsapp KemenHAM RI