Jakarta, 16 Desember 2025 – Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan Hak Asasi Manusia (Ditjen IDP HAM) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran pemuda dan pelajar sebagai agen pemajuan hak asasi manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengukuhan Komunitas Pemuda Pelajar Pecinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA HAM) dan peluncuran game edukasi HAM yang digelar di Hotel Mövenpick, Jakarta, Selasa (16/12).
Kegiatan yang mengusung tema “Gerak Bersama Pelajar dan Pemuda Membangun Indonesia yang Adil dan Berperikemanusiaan Menuju Generasi Emas 2045” ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai HAM sejak dini melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakter generasi muda.
Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi dan Legislasi Kementerian Hak Asasi Manusia, Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag., menegaskan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap KOPPETA HAM menjadi ruang bagi pemuda dan pelajar untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan pemahaman HAM yang mendalam, pelajar dapat menjadi agen perubahan yang memastikan tidak ada lagi kasus perundungan (bullying) di lingkungan mereka,” ujar Rumadi.
Menurut Rumadi, penguatan komunitas pemuda berbasis nilai HAM menjadi pondasi penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan perlindungan martabat manusia.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha, Giyanto, menekankan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai penggerak nilai-nilai HAM di tengah masyarakat.
“Kami berharap para pemuda dan pelajar mampu menjadi pendorong nilai-nilai HAM di kalangan teman sebaya. Dengan pemahaman HAM yang kuat, praktik perundungan tidak akan terjadi lagi,” jelas Giyanto.
Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak DKI Jakarta, Cornelia Agatha, S.H., M.H., mengapresiasi inovasi edukasi HAM yang dilakukan melalui penguatan komunitas pemuda dan pemanfaatan media digital, termasuk peluncuran game edukasi.
“Seseorang menjadi pelaku perundungan sering kali karena tidak sejahtera secara psikologis. Di era digital, kita membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik. Mindfulness dan empati harus menjadi benteng utama dalam membangun karakter,” ungkap Cornelia.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM, Dr. Harniati, Direktur Penyusunan dan Evaluasi Instrumen HAM, Sofia Alatas, serta Kepala Kantor Wilayah HAM DKI Jakarta, Mikael Azedo Harwito, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran pemuda dalam agenda pemajuan HAM nasional.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian HAM bersama KOPPETA secara resmi mengukuhkan pengurus KOPPETA HAM di empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Pengukuhan ini menjadi langkah awal dalam memperluas peran pemuda sebagai motor penggerak pemajuan HAM di tingkat daerah.
Ke depan, KOPPETA HAM ditargetkan terbentuk di seluruh provinsi di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia sebagai bagian dari strategi pembangunan karakter generasi muda yang berkeadilan dan berperikemanusiaan menuju Indonesia Emas 2045.