Surabaya (13/11/2025) — Di sela rangkaian kunjungan kerjanya di Surabaya, Inspektur Jenderal KemenHAM RI, Farid Junaedi, melaksanakan agenda khusus berupa penyerahan buku karyanya kepada Lapas Kelas I Surabaya. Buku berjudul “Sistem Pemasyarakatan dan Penegakan Hukum dalam Konsep Memanusiakan ‘Manusia Pilihan Indonesia’” tersebut menjadi wujud kontribusinya dalam mendorong sistem pemasyarakatan yang modern, humanis, dan berbasis penghormatan martabat manusia.
Penyerahan berlangsung hangat dan penuh makna, mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan warga binaan melalui pendekatan yang berkeadilan. Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menyambut langsung kedatangan Irjen Farid dan menyampaikan apresasinya. Ia berharap buku tersebut menjadi rujukan penting bagi petugas dan warga binaan dalam memahami konsep pembinaan yang lebih manusiawi dan berlandaskan HAM.
Dalam bukunya, Farid mengulas konsep pemasyarakatan modern sekaligus menambahkan perspektif spiritual. Ia menyinggung QS. Al-Hadid ayat 22 sebagai pengingat bahwa setiap musibah merupakan ketetapan Tuhan, sehingga manusia harus menerima ujian dengan lapang dada. Ia juga merujuk QS. Al-Baqarah ayat 286 sebagai pesan bahwa setiap individu diberi kemampuan untuk berubah, termasuk warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.
Perspektif tersebut diperkaya dengan pesan dari QS. Yunus ayat 61 yang menegaskan bahwa sekecil apa pun perbuatan manusia tetap diketahui oleh Allah. Farid juga mengutip QS. Ath-Thalaq ayat 3 tentang pentingnya bertawakal, yang menjadi dorongan moral agar warga binaan tetap tegar dan yakin bahwa setiap proses perubahan membutuhkan kesabaran.
Buku itu turut menanamkan pesan moral mengenai sabar dan kejujuran. Farid menuliskan bahwa dalam hidup, setiap permohonan memiliki waktunya masing-masing, dan manusia harus memahami ritme perubahan diri. Ia juga mengingatkan ajaran untuk mencintai orang miskin sebagai bentuk empati serta menekankan pentingnya kejujuran sebagai fondasi perubahan, meskipun rasanya pahit.
Melalui paduan sudut pandang administratif, hukum, moral, dan spiritual, Farid menegaskan bahwa pemasyarakatan merupakan perjalanan memulihkan manusia sebagai makhluk bermartabat. Penyerahan buku ini diharapkan memperkaya wawasan jajaran Lapas Kelas I Surabaya dan memperkuat komitmen menuju sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, berkeadilan, serta selaras dengan nilai ketuhanan.