KemenHAM RI Berikan Penguatan HAM bagi Siswa SMA YPK Fransiscus Xaverius Mote di Waropen

28 November 2025 03:00 WIB
Humas Kementerian HAM
75 Dilihat

Waropen (26/11/2025) — Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) melalui Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM (Ditjen IDP HAM) memberikan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) kepada para siswa SMA Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Fransiscus Xaverius Mote, Rabu (26/11).

Kegiatan diawali dengan sambutan Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, yang menyampaikan apresiasi kepada jajaran KemenHAM RI atas kesediaan hadir dan memberikan pembinaan HAM bagi para siswa. Ia menegaskan pentingnya pemahaman HAM bagi anak-anak sekolah, baik dalam kehidupan di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat. “Anak-anak ini perlu dikuatkan HAM-nya. Saya berharap KemenHAM dapat memberikan penguatan agar mereka memahami dan mendapat hak asasinya dengan baik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mote menjelaskan bahwa wilayah Dataran Waropen memiliki luas sekitar 10.848 satuan luas dengan populasi hampir 42.000 jiwa. Ia menekankan bahwa siswa-siswa yang hadir berasal dari beragam suku dan budaya, dan karenanya harus memperoleh hak yang sama dalam kehidupan mereka.

Direktur Penguatan Kapasitas HAM Aparatur Negara IDP HAM, Novie Soegiharti, turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Waropen atas pendirian sekolah tersebut yang dinilai sebagai wujud pemenuhan hak atas pendidikan. Di hadapan para siswa, ia menegaskan bahwa mereka adalah “generasi emas tahun 2045”.

“Pendidikan itu penting. Adik-adik bersyukurlah karena bisa bersekolah hingga SMA, bahkan semoga bisa sampai perguruan tinggi. Pendidikan adalah kunci segala sesuatu,” kata Novie. Ia mendorong para siswa untuk aktif mencari informasi mengenai pembangunan Indonesia dan mengambil peran sebagai generasi masa depan bangsa.

Novie juga mengingatkan bahwa selain hak, setiap siswa memiliki kewajiban untuk menghormati hak orang lain, termasuk teman-teman dari latar belakang apa pun. Ia secara khusus menyoroti isu perundungan (bullying) yang masih marak terjadi dan berdampak serius terhadap hak-hak anak, mulai dari stres, depresi, hingga risiko bunuh diri. Ia meminta para siswa menjadi agen perubahan dan duta anti-bullying di sekolah.

Mengakhiri sambutannya, Novie menekankan pentingnya menjaga lingkungan hidup, seperti tidak membuang sampah sembarangan, sebagai bagian dari hak atas lingkungan yang sehat. Ia mengajak para siswa untuk berani menyampaikan pendapat, berekspresi, dan menerapkan HAM dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan Tuhan mendengar, adik-adik akan sukses dan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” harapnya.

Whatsapp KemenHAM RI