KemenHAM RI Panggil PSSI dan I.League Tindak Lanjuti Kasus Rasisme dan Perundungan di Sepak Bola

06 Februari 2026 09:30 WIB
Humas Kementerian HAM
34 Dilihat

Jakarta (21/01/2026) – Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) memanggil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan I.League sebagai tindak lanjut atas kasus rasisme dan perundungan (bullying) yang menimpa salah satu pemain sepak bola Indonesia.

Pemanggilan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Marsinah, KemenHAM RI, pada Senin (20/01), dihadiri oleh Staf Khusus Menteri HAM Bidang Pemenuhan HAM Yos Nggarang, perwakilan Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, perwakilan PSSI, Komite Disiplin PSSI, serta I.League selaku operator kompetisi sepak bola nasional.

Dalam pertemuan tersebut, KemenHAM RI meminta klarifikasi kepada PSSI terkait langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan dalam menangani serta mencegah praktik rasisme dan perundungan di lingkungan sepak bola nasional.

Menanggapi hal tersebut, I.League yang turut mendampingi PSSI, menyampaikan berbagai upaya preventif dan edukatif yang telah dijalankan sejak awal musim kompetisi. I.League secara aktif menginisiasi kampanye Anti-Bullying dan Anti-Racism melalui berbagai pendekatan, mulai dari kampanye media sosial, pesan visual di stadion dan lapangan pertandingan, hingga aktivitas langsung di lapangan. Selain itu, I.League juga menjalin kolaborasi strategis dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) guna memperluas jangkauan kampanye serta meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan sepak bola terhadap pentingnya sportivitas dan saling menghormati.

Atas pemaparan tersebut, Staf Khusus Menteri HAM Bidang Pemenuhan HAM Yos Nggarang menyampaikan apresiasi kepada PSSI dan I.League atas komitmen yang ditunjukkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia di dunia sepak bola nasional.

“Sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit. Oleh karena itu, I.League diharapkan berada di garis depan dalam melawan rasisme dan perundungan,” ujar Yos Nggarang.

Ke depan, KemenHAM RI mengajak PSSI dan I.League untuk terus memperkuat kampanye anti-rasisme dan anti-perundungan dengan jangkauan yang lebih luas serta pendekatan yang lebih mendalam. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat menekan terjadinya kasus serupa dan mendorong terwujudnya ekosistem sepak bola nasional yang inklusif, aman, dan berkeadilan.

Whatsapp KemenHAM RI