Biak (28/11/2025) — Sebanyak 500 mahasiswa dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yapis Biak dan Institut Cinta Tanah Air (INCITA) Biak mengikuti Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI). Penguatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM (IDP HAM) dan berlokasi di Auditorium IISIP Yapis Biak, Jumat (28/11).
Penguatan diawali dengan Ucapan Selamat Datang yang disampaikan oleh Rektor INCITA Biak Muslim Lobubun kepada Direktur Penguatan Kapasitas HAM Aparatur Negara Novie Soegiharti beserta jajarannya, di dalam rangka memberikan penguatan terhadap kelembagaan HAM di Biak Numfor. “Selamat mengajarkan kepada kami apa yang sebenarnya menjadi cita-cita bangsa, terutama terkait dengan HAM,” ucapnya.
Ia berharap agar melalui penguatan ini dapat memberikan yang terbaik kepada IISIP Yapis Biak dan INCITA Biak sebagai representasi untuk menjadi kelompok strategis dalam menyebarkan bagaimana membangun HAM di Biak Numfor. “Semoga para mahasiswa dapat menyerap ilmu HAM ini dan menerapkannya dalam setiap aktivitas keseharian sebagai seorang intelektual,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IISIP Yapis Biak, Dr. Amiruddin, menyampaikan apresiasinya kepada KemenHAM RI atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus IISIP Yapis Biak sebagai tempat penyelenggara penguatan. “Saya berharap kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti penguatan ini agar dapat memahami kesadaran HAM di lingkungan perguruan tinggi,” harapnya.
Selanjutnya, Direktur Penguatan Kapasitas HAM Aparatur Negara, Novie Soegiharti menyampaikan bahwa penguatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terkait HAM, baik secara konsep maupun implementasinya. “Dengan pemahaman HAM yang komprehensif, kami berharap para mahasiswa dapat menjadi perpanjangan tangan KemenHAM serta menjadi agen perubahan, khususnya kepada masyarakat dan rekan-rekan mahasiswa lainnya yang mungkin tidak berkesempatan ikut dalam penguatan ini,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan bahwa agen perubahan sejalan dengan perjalanan Bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas Tahun 2045 mendatang. Tentunya para mahasiswa yang hadir disini diharapakan akan menjadi presiden, menteri, bupati, atau karir lainnya. Dalam perjalanannya, ia membuka kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk memberikan pendapat terkait pembangunan Indonesia di HAM. “Pembangunan HAM ini sejalan dengan astacita nomor satu. Di bawah pemerintahan Preisden RI Prabowo Subianto, hak asasi manusia sudah menjadi bagian dari pilar pembangunan. Kalau kita mencermati program yang dibuat Presiden RI, program-programnya kebanyakan bernuansa HAM seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, dll,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Novie ungkapkan penguatan ini merupakan program dari penguatan kapasitas HAM masyarakat sehingga tentu membutuhkan kolaborasi yang cukup positif antara KemenHAM RI dan pihak eksternal, diantaranya dari pihak perguruan tinggi. “Program seperti ini juga pernah di laksanakan di beberapa kampus di provinsi lain. Kita sangat senang karena kita bisa laksanakan pengautan ini di perguruan tinggi, yaitu IISIP Yapis Biak,” ungkapnya.
Penguatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Umum dan SDM Ditjen IDP HAM Abubakar, Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenHAM Papua Barat Yosan Pigome, serta jajaran lainnya.