Gelar Refleksi Akhir Tahun 2025 KemenHAM RI, Menteri HAM Soroti Transformasi Besar KemenHAM RI

12 Desember 2025 12:00 WIB
Humas Kementerian HAM
189 Dilihat

Jakarta (12/12/2025) – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti pencapaian signifikan Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) yang dibangun secara fundamental dari nol selama sekitar 14 bulan. “Kementerian yang awalnya tidak memiliki gedung, sarana-prasarana, dan hanya Menteri–Wakil Menteri saja, kini telah bertransformasi secara signifikan. Saya secara khusus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membangun institusi yang bermula dari kekosongan tersebut,” ujar Pigai dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun KemenHAM RI di Jakarta, Kamis (11/12).

Dalam waktu yang relatif singkat, KemenHAM RI menunjukkan perkembangan pesat, mulai dari penambahan jumlah pegawai, penyusunan organisasi dan tata laksana, hingga peningkatan anggaran kementerian yang kini bahkan melampaui anggaran sejumlah kementerian lain. Pigai juga menyoroti semakin dikenalnya KemenHAM RI oleh masyarakat, meski masih terdapat beberapa pegawai yang menggunakan identitas lama (Kementerian Hukum dan HAM). Ia menegaskan pentingnya karakter dan integritas dalam menunjukkan jati diri KemenHAM yang baru. “Karakter harus punya integritas, harus punya wibawa. Sekarang orang mencari penghargaan, respek, dan apresiasi itu susah,” tegasnya.

Di samping perkembangan internal, Pigai menyampaikan bahwa peran strategis KemenHAM RI bagi pemerintah dan Presiden terus menjadi sorotan. KemenHAM RI disebut sebagai kementerian besar yang mengurusi seluruh individu rakyat Indonesia dalam implementasi P5HAM (Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM), dengan cakupan tugas yang luas dari pusat hingga wilayah. Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah penyerapan anggaran, terutama pada awal tahun. Pigai memerintahkan setiap jajaran Unit Eselon I, Kantor Wilayah, dan Wilayah Kerja untuk menyusun rencana penyerapan anggaran secara berkala. Menurutnya, kinerja sejati terlihat dari kemampuan berkarya di saat anggaran belum sepenuhnya tersedia, sehingga ia mendorong penggunaan metode kreatif agar pekerjaan tetap berjalan.

Terkait evaluasi kinerja, Pigai menegaskan bahwa performa rendah tidak dapat ditoleransi. Ia bahkan memilih staf yang mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Ia juga melakukan reformasi tata kelola keuangan, di mana pengelola keuangan diberi kewenangan penuh sebagai pemegang perintah pelaksanaan anggaran. Penilaian penyerapan anggaran dilakukan untuk melihat tingkat kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Novita Ilmaris dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Refleksi Akhir Tahun memaparkan capaian kinerja dan anggaran sepanjang 2025, serta strategi yang akan dijalankan pada 2026. “Saya harap kegiatan ini menghasilkan konsep yang dapat menjadi rujukan untuk menilai kinerja seluruh pimpinan tinggi madya, pimpinan tinggi pratama, dan para kepala kantor wilayah berdasarkan output,” ujar Novita.

Selanjutnya, para pimpinan Unit Eselon I bersama kantor wilayah menyampaikan evaluasi capaian kinerja 2025, mencakup struktur organisasi, realisasi pagu anggaran per satker, capaiannya dalam dukungan manajemen, hambatan, tantangan, serta solusi penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi unit kerja di lingkungan KemenHAM RI.

Whatsapp KemenHAM RI