Kantor Wilayah KemenHAM Jatim Pantau Penanganan Korban Keracunan Massal MBG di Mojokerto

06 Februari 2026 06:30 WIB
Humas Kementerian HAM
21 Dilihat

Mojokerto (12/01/2026) - Kasus keracunan massal yang disinyalir bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola  Satuan  Pelayanan  Pemenuhan  Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, terus mendapatkan penanganan intensif. Hingga Minggu (11/1) malam, jumlah peserta didik dan tenaga pendidik yang dilaporkan menjadi korban telah melonjak drastis mencapai 261 orang.

Situasi darurat ini mendapat atensi langsung dari jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur. Kepala Kantor Wilayah, Toar R.E. Mangaribi, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Hery Wuryanto, turun ke lapangan mulai pukul 19.00 WIB untuk meninjau pemenuhan hak kesehatan para korban di titik-titik krusial.

Tinjauan diawali di Pondok Pesantren Mahad Annur, Kecamatan Kutorejo,  yang sempat difungsikan sebagai posko darurat medis bagi para santri yang tumbang usai mengkonsumsi hidangan tersebut.

Berdasarkan keterangan Ibu Nyai Nurul, istri pimpinan pondok pesantren Mahad Annur, tercatat sedikitnya 159 santri dari pondok mereka yang jatuh sakit. Ratusan santri tersebut kini telah dievakuasi dan tersebar di 13 rumah sakit berbeda di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto.

Pemantauan kemudian berlanjut ke RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari guna memastikan ketersediaan layanan medis bagi para penyintas. Penanggung jawab RSUD, dr. Winda, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat ada 68 pasien keracunan yang masuk ke unit perawatan.

"Dari total pasien tersebut, sebanyak 13 pasien telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih dalam penanganan intensif," paparnya kepada tim Kanwil.

Selain ke RSUD, tim juga menyisir kesiapan penanganan di RS Kartini Kabupaten Mojokerto. Dalam koordinasi bersama Manager on Duty RS Kartini, Dwi Fitria, terkonfirmasi bahwa terdapat 21 pasien yang sedang menjalani rawat inap dan satu pasien menjalani rawat jalan.

Dalam arahannya di sela-sela pemantauan, Toar R.E. Mangaribi menekankan bahwa insiden ini harus menjadi catatan krusial bagi penyelenggara program strategis nasional. Pihaknya mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur di lapangan guna menjamin hak atas keamanan pangan dan kesehatan warga negara. Kanwil Kemenham Jatim berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan para korban hingga tuntas serta memastikan adanya akuntabilitas dari pihak penyelenggara gizi terkait insiden ini.

Whatsapp KemenHAM RI