KemenHAM RI: Ada Cerita Baik Program MBG, Masalah Akan Terus Diperbaiki

02 Oktober 2025 16:00 WIB
Humas Kementerian HAM
31 Dilihat

Jakarta (01/10/2025) - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan, kecerdasan, serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Program ini telah dilaksanakan di hampir seluruh wilayah Indonesia dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 30 juta orang, di antaranya para siswa dan ibu hamil,” ujar Pigai saat bertemu wartawan di Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI), Rabu (01/10).

Meski demikian, Pigai mengakui bahwa program MBG tidak lepas dari tantangan, termasuk adanya penyimpangan berupa insiden keracunan dengan tingkat kejadian hanya 0,0017%. “Persentase ini sangat minim bila dibandingkan dengan capaian keseluruhan yang mencapai 99,99%,” jelasnya.

Pigai menambahkan, kendala serupa juga dialami negara-negara lain yang telah lama menjalankan program sejenis. Amerika Serikat, misalnya, sempat menghadapi insiden keracunan pada menu mac and cheese meski program sudah berjalan sejak 1940-an. Bahkan di negara maju seperti Brasil dan Jepang yang dikenal dengan standar kebersihan tinggi, kasus serupa juga pernah terjadi.

“Oleh karenanya, saya tekankan bahwa kendala dalam program MBG harus dipahami sebagai bagian dari dinamika, bukan tanda kegagalan. Dengan persentase keberhasilan tersebut, program ini pada dasarnya berhasil,” tegas Pigai.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya langkah perbaikan dan pengawasan berkelanjutan agar program MBG semakin maksimal. “Pemerintah perlu melakukan pemantapan, revitalisasi, peningkatan keterampilan, serta rekrutmen tenaga terampil yang dapat memberi kontribusi di masa depan,” ungkapnya.

Selain manfaat kesehatan, Pigai menilai program MBG juga menciptakan dampak sosial yang positif. Menurutnya, program ini mampu menumbuhkan solidaritas di kalangan anak-anak, membangun kedisiplinan melalui budaya antre, menjaga kebersihan, serta memperkuat kebersamaan lewat doa dan makan bersama.

“Keberhasilan program ini bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga merupakan investasi bagi masa depan bangsa Indonesia. Karena itu, saya berharap ada dukungan dari semua pihak untuk terus memajukan program ini demi kepentingan rakyat,” pungkas Pigai.

Whatsapp KemenHAM RI