Jakarta (19/10/2025) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai tingkat keberhasilan 99,99 persen, sesuai dengan target yang ditetapkannya yaitu zero error. Demikian disampaikannya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/10).
Prabowo menyampaikan, capaian tersebut selaras dengan pelaksanaan program MBG yang telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat sejak diluncurkan pada Januari 2025. Totalnya, program ini telah menyalurkan lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi kepada masyarakat di berbagai daerah. Selain berfokus pada ketahanan pangan, program MBG juga menggerakkan roda perekonomian lokal melalui pembentukan 12.205 dapur komunitas, dengan masing-masing dapur memperkerjakan sekitar 50 orang tenaga kerja.
“Masing-masing dapur melahirkan 15 pemasok bahan makanan di desa. Setiap pemasok mempekerjakan 5 hingga 10 pekerja, termasuk para petani,” ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan, capaian tersebut menjadi salah satu prestasi yang kini menarik perhatian dunia internasional. Ia mengungkapkan bahwa baru-baru ini menerima kunjungan perwakilan Rockefeller Institute, lembaga internasional yang fokus pada isu pangan, pengentasan kemiskinan, dan pemberantasan kelaparan.
“Program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian global. Saat pertama kali kita memulai MBG, baru ada 77 negara yang melaksanakan program serupa. Indonesia waktu itu menjadi negara ke-78 atau ke-79. Sekarang sudah ada 112 negara, dan sebagian besar meniru konsep kita,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyebut Indonesia menjadi salah satu negara tercepat di dunia dalam melaksanakan program makan bergizi gratis. Dalam waktu kurang dari setahun, Indonesia berhasil menjangkau 36,2 juta penerima manfaat jika dibandingkan progres capaian yang di negara lain, seperti Brasil yang membutuhkan waktu hingga 11 tahun.
Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa pelaksanaan program MBG masih perlu penyempurnaan. Ia tetap optimistis program ini dapat diwujudkan secara zero error atau zero defect. “Walaupun sulit, tapi kita harus bisa,” pungkas Prabowo.