Sambut Hari HAM Sedunia ke-77, KemenHAM RI Fokus Penguatan Fondasi Pembangunan HAM Dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045

10 Desember 2025 14:00 WIB
Humas Kementerian HAM
115 Dilihat

Jakarta (10/12/2025) – Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) akan menggelar puncak peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember mendatang di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Tahun ini menjadi kali kedua KemenHAM RI menyelenggarakan perayaan nasional tersebut. Adapun tema yang diangkat yaitu “Penguatan Fondasi Pembangunan HAM dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045”, selaras dengan peran strategis KemenHAM dalam memastikan prinsip HAM menjadi fondasi pembangunan nasional sesuai arah kebijakan Asta Cita.

Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa pembangunan nasional harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan, serta perlindungan HAM bagi seluruh masyarakat. “Itulah makna pembangunan HAM yang teknokratis,” ujar Pigai dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan HAM (Musrenbang HAM), Senin (08/12). Ia menegaskan bahwa penguatan fondasi HAM merupakan prasyarat penting menuju visi Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut Pigai katakan bahwa untuk dapat memperkuat fondasi pembangunan HAM, pihaknya beserta jajaran telah melakukan kegiatan rapat revisi Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Pigai menilai regulasi yang telah berusia lebih dari dua dekade itu tidak lagi sepenuhnya relevan dengan perkembangan paradigma HAM modern. Revisi ini telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Jangka Menengah 2025–2029 sebagai bentuk penguatan instrumen HAM sesuai visi Indonesia Emas 2045. “Salah satu fondasi yang harus diperkuat adalah bidang HAM. Maka tentu instrumen-instrumen HAM harus diperkuat, direvitalisasi. Kalau tidak ada, kita buat yang baru. Kalau yang bagus, kita pertahankan,” ucap Pigai.

Lanjutnya, penguatan fondasi pembangunan HAM juga diwujudkan melalui Kick Off ‘Satu Data HAM’ sebagai sistem data terpadu untuk mendukung kebijakan berbasis bukti. Pigai menekankan bahwa data HAM yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sangat diperlukan agar pembangunan nasional berjalan dalam kerangka penghormatan HAM. “Penguatan tata kelola data merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban HAM sebagaimana digagas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita,” jelas Pigai.

Terkait dengan persiapan puncak kegiatan, Pigai katakan bahwa kehadiran para tamu undangan selain para pejabat, juga menghadirkan perwakilan kelompok masyarakat sipil. “Kehadiran tokoh-tokoh dari kalangan masyarakat adalah bukti bahwa perayaan Hari HAM Sedunia merupakan milik seluruh rakyat Indonesia,” tegas Pigai.

Pigai juga ingin memastikan agar seluruh rangkaian puncak Hari HAM sedunia harus mengakomodasi seluruh lapisan masyarakat. “Saya ingin agar perayaan puncak Hari HAM sedunia harus menjadi pesta rakyat. Hal ini sejalan dengan upaya membangun peradaban HAM di tengah masyarakat,” jelas Pigai.

Dalam acara tersebut, KemenHAM RI akan menganugerahkan penghargaan pada sejumlah pihak mulai dari tokoh demokrasi dan HAM hingga kabupaten/kota peduli HAM. Selain itu, KemenHAM RI akan meluncurkan penilaian kepatuhan HAM oleh instansi pemerintah, serta pembukaan pengangkatan Jabatan Fungsional Analis HAM di instansi pemerintah melalui inpassing.

Untuk diketahui sebelum puncak kegiatan, para panitia telah menggelar rangkaian kegiatan lomba yang melibatkan masyarakat luas hingga pelajar di seluruh Indonesia. Para Juara Pertama berbagai lomba dijadwalkan menerima penghargaan langsung dari KemenHAM RI pada puncak acara.

Whatsapp KemenHAM RI