Indonesia Kutuk Serangan Mematikan Atas Sekolah Anak Perempuan di Iran pada Sidang Dewan HAM PBB

16 Maret 2026 22:00 WIB
Humas Kementerian HAM
14 Dilihat

KEMENTERIAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA

 

SIARAN PERS

NOMOR: SEK.4-HM.01.07-505/III/2026

 

INDONESIA KUTUK SERANGAN MEMATIKAN ATAS SEKOLAH ANAK PEREMPUAN DI IRAN PADA SIDANG DEWAN HAM PBB

Jenewa, 10 Maret 2026

Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) menyelenggarakan Dialog Interaktif dengan Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Anak dan Konflik Bersenjata dalam sidang sesi ke-61 di Markas Besar PBB, Jenewa, Swiss, pada 10 Maret 2026. Sidang tersebut dipimpin oleh Tsegab Kebebew Daka, Duta Besar merangkap Wakil Tetap Ethiopia untuk PBB di Jenewa yang menjabat sebagai Wakil Presiden Dewan HAM PBB. Sidang tersebut turut dihadiri oleh seluruh negara anggota Dewan HAM PBB serta sejumlah Lembaga Non Pemerintah(NGO) Internasional.

Dalam pemaparannya, Perwakilan Khusus Sekjen PBB, Vanessa Frazier, menyoroti masih tingginya tingkat pelanggaran berat terhadap anak dalam situasi konflik bersenjata di berbagai belahan dunia. Ia menyampaikan bahwa puluhan ribu anak terus menjadi korban pembunuhan, pelukaan, perekrutan oleh kelompok bersenjata, penculikan, kekerasan seksual, serta penolakan akses bantuan kemanusiaan. Pelanggaran tersebut dilakukan baik oleh kelompok bersenjata non-negara maupun aktor negara, yang menunjukkan bahwa anak-anak masih menanggung dampak paling berat dari konflik bersenjata.

Dalam forum tersebut, Delegasi Republik Indonesia (Delegasi RI) yang diwakili oleh Tenaga Ahli Menteri HAM Bidang Komunikasi Layanan Publik, Ahmad Taufan Damanik, menyampaikan keprihatinan Indonesia atas meningkatnya pelanggaran berat terhadap anak dalam konflik bersenjata. Ia menegaskan bahwa peningkatan pembunuhan dan perekrutan anak, serangan terhadap sekolah dan rumah sakit, kekerasan seksual, serta penolakan akses kemanusiaan menunjukkan bahwa anak-anak terus menjadi korban utama dalam situasi perang.

Dalam pernyataannya, Delegasi Indonesia secara khusus menyoroti situasi di Gaza dengan menyatakan, “Tragedi ini sangat terlihat di Gaza, di mana lebih dari 21.000 anak telah tewas sejak Oktober 2023 dan 44.000 lainnya terluka.” Hal itu menunjukkan konsitensi atas komitmen penting Indonesia atas dukungan kepada rakyat Palestina.

Delegasi RI juga mengecam serangan terhadap sebuah sekolah perempuan di Minab yang dilaporkan menewaskan ratusan korban jiwa yang tidak berdosa. Indonesia menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut harus diselidiki secara cepat, menyeluruh, dan transparan, serta menuntut adanya akuntabilitas terhadap para pelaku.

Lebih lanjut, Indonesia menekankan bahwa perkembangan situasi ini menunjukkan konsekuensi yang sangat menghancurkan dari konflik bersenjata terhadap anak-anak. Oleh karena itu, Indonesia memandang bahwa langkah-langkah mendesak untuk menurunkan eskalasi konflik bersenjata sangat diperlukan guna melindungi hak-hak anak secara menyeluruh, menciptakan lingkungan yang aman, serta menjamin akses anak terhadap layanan dasar yang penting.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung upaya internasional dalam melindungi anak-anak dalam situasi konflik bersenjata dan memastikan bahwa perlindungan hak anak tetap menjadi bagian penting dari agenda perdamaian dan keamanan internasional.

Unduh Siaran Pers


 

Kepala Biro Umum, Protokol, dan Humas

Kementerian Hak Asasi Manusia

Pungka M Sinaga

 

Website: www.kemenham.go.id

Instagram: @kementerian_ham

Tiktok: kementerianham

Facebook: Kementerian Hak Asasi Manusia

Email: [email protected]

Call Center: 150145

 

Whatsapp KemenHAM RI